Penyesalan dan Pendewasaan
Telah lama tak kutulis, kubiarkan logika dan perasaan teraduk hingga kalis.
Logis yang terlanjur bengis dan rasa yang terjebak miris.
Tak pernah membaca hanya teruskan saja, hingga layar itu terkembang liar entah tuntun kemana
Ketika asa tak selaras dengan doa, bagaikan kapal tanpa tangan sang Nahkoda
Bergelut dengan dogma lama, nafas ini habis bak petarung dihantam keras di pelipis
Dua setengah menit bertahan di pagelaran, tak ada ayunan lengan, seperti berakhir tragis.
Sebentar saja kutulis, kupanggang kata dalam nurani yang sejajar logis
Biarkan mengembang dan matang dalam wujud utuh dan tak teriris.
Sejenak kubaca dengan seksama, deru itu sudah tahu kemana arah tujunya
Teringat kembali dengan doa lama, kembali kendali sang Penahluk samudera
Dia ternyata kawan bukan lawan, sebenarnya musuh tlah menyerah telak dan habis
tiga puluh detik hingga lalu sadar, ku di dalam akhir yang berujung manis.
LSW, Oktober 2021
Komentar
Posting Komentar