Narasi Berarti

Dalam ini aku tak percaya rasi
aku hanya sedikit percaya pada narasi
narasi tentang arti yang hakiki
dan cinta yang abadi
pun hanya bisa dibuka dengan ujung jari

tetiba mengubah alur cerita kini

Dulu aku tak percaya pada yang abadi,
apalagi memberi dengan murni
suci, apalagi suci untuk apa aku cari
aku saja masih bersetubuh dengan caci,
dan sedikit liarnya fantasi

Bersendau gurau hanya menutupi benci,
makin panjangnya durasi
mewakili hancurnya remuk diri
tak ada lagi sebuah apologi
bahkan hanya untuk sebuah pelukan jari

Berbeda dengan waktu kini
narasi itu bukan hanya narasi
bagiku kini narasi itu alur pasti
bagi mereka yang tak berhenti mempelajari

L.S Wijaya

Komentar