Postingan

Sebuah Prasyarat

Menelisik dalam kelam, meninjau kembali lamunan dalam.           Sebuah doa dalam genggam, di dalam ruang temaram. Teringat secangkir di penghujung senja menuju malam.          Kegelapan menjadi terang, melalui dua dimensi buram. Sekarang dia dalam perjalanan terangkat ke atas permukaan.          Hari yang lalu sudah tercatat dalam buku penuh coretan. Sang jiwa terluka sudah diguyur garam dalam gugur larutan.          Juga kulihat seekor yang telah diselamatkan dari kubangan.   Sudah kusudahi jalan dan ribuan langkah di belakang bayang.          Semua kata sudah katam dalam pikiran yang takkan terawang Semua saling dan hasrat, melalui pandang yang tak berpaling.          Sebuah prasyarat dalam dunia yang inginnya ku-berkeliling.   LSW- Oktober 2021

Penyesalan dan Pendewasaan

Telah lama tak kutulis, kubiarkan logika dan perasaan teraduk hingga kalis. Logis yang terlanjur bengis dan rasa yang terjebak miris. Tak pernah membaca hanya teruskan saja, hingga layar itu terkembang liar entah tuntun kemana Ketika asa tak selaras dengan doa, bagaikan kapal tanpa tangan sang Nahkoda   Bergelut dengan dogma lama, nafas ini habis bak petarung dihantam keras di pelipis Dua setengah menit bertahan di pagelaran,  tak ada ayunan lengan, seperti berakhir tragis. Sebentar saja kutulis, kupanggang kata dalam nurani yang sejajar logis Biarkan mengembang dan matang dalam wujud utuh dan tak teriris. Sejenak kubaca dengan seksama, deru itu sudah tahu kemana arah tujunya Teringat kembali dengan doa lama, kembali kendali sang Penahluk samudera Dia ternyata kawan bukan lawan, sebenarnya musuh tlah menyerah telak dan habis tiga puluh detik hingga lalu sadar, ku di dalam akhir yang berujung manis.   LSW, Oktober 2021

Takut yang Menggengam Nyaman

Pun aku belum dapat melihat harus kemana, arah dan tuju ku Sekian waktu berlalu masih tersimpan dalam jiwaku tentang mimpi besarku Terimakasih waktu itu sudah memberi pengalaman baru yang tak mudah lalu Yang menancap tajam dalam bawah sadarku Kemanusiaanku ingin mengulang waktu jika aku mampu tak mengenal dirimu adalah inginku tapi itu tak mungkin dan tentu hanyalah ilusiku Namun ku mengucap syukur bahwa kini ku makin tahu dalam sedikit langkah maju Kurasakan pagi tadi masih ada yang menyapaku dengan suaranya yang ringan Suara yang belum pergi dan masih bisa dirasakan Ketakutan adalah suara itu, menggenggam dengan penuh kelembutan Menyentuh ulu hatiku, menyeruak, menyebar, kemudian hasilkan kesesakan Melihat langit-langit itu berawan, kucari mata keduaku untuk melihat kegagalan Kuingat semalam aku melihat dia berjalan menghindari perapian Ke sudut gelap dan makin menyatu dengan dingin Oh, ini pagi, sang surya terangkan takut yang menggenggam nyaman -LSW-

MSN

Mengenangmu yang hadir di penghujung tahun lalu Mengenalmu, rencana yang tak kuduga dan itu berarti bagiku Mendekatimu dan beranikan hati meski sebenarnya tersandera malu Mencintaimu adalah rasa yang tak pernah terencana dan tak kusangka dimana ujungnya Menghargaimu, dengan caraku yang sedikit tampak berbeda Memahamimu bukanlah hal sederhana bagiku yang terlalu lugu Memaafkanku kutahu adalah hal yang sulit bagimu     September sembilan tujuh, lahir wanita yang buatku luluh      Sekali saja andai aku bisa mengulang, hal indah yang sulit kubayang     Saat-saat dimana hari indah penuh kebahagiaan tampak menjelang     Setengah berjalan aku mulai menemui kesalahan dalam diri yang tak bisa kau andalkan     Sekarang semua telah berjalan, hingga akhirnya kau kelelahan     Separuh emosi yang habis, karena tak terasa manis     Sepanjang perjalanan tibalah kita di persimpangan Nirmala yang ada di nirwana Nan indah meski tak...

Perhentian dan Peristirahatan

Adakah beda diantara kalian? ketika aku berhenti aku dipaksa beristirahat pun ketika aku beristirahat aku dipaksa untuk berhenti. Inginku terus berjalan dan mencari arti tapi terimakasih untuk memaksaku berhenti adakah secangkir kopi panas menemani lagi, sambil beristirahat aku merenungi penat. ah sebentar, kuletakkan kepalaku menyentuh darat. daritadi ia melayang berat dalam lebatnya alam pikir ia terjerat. Ku tatap langit itu tetap tapi sudah berbeda dengan mu, kau sudah menambat harap pada yang aku tatap. sementara aku, hanya tertuju pada awan berderap. kaupun bercerita tentang suatu hari dimana benar berhenti hari dimana kau tak sekedar beristirahat cerita yang indah kudengar sesaat meledakkan harap meski cepat ah, aku berbeda denganmu sahabat, tujuanku masih belum dekat jalanku terjal dan berat terimakasih untuk jamuan dan perhentian singkat, cukuplah saat istirahat saatnya kulanjutkan perjalanan cepat

5 Jam Dari Titik Ini

Untukmu yang ada disana, untukmu yang tidak terlalu jauh untuk dihampiri tetapi juga tidak terlalu dekat, untuk dapat bertemu setiap saat Tak biasanya aku mengecap asamnya teh pada pukul 5 kali ini, yang jelas teh ini sangat berbeda dengan kopi pahit yang biasa kukecap belakangan ini. Entah kenapa ada suara Fiersa Besari ketika aku menulis ini, o iya aku menyetel playlist indie, indie yang sudah menjadi mainstream saat ini hahaha Hai, bagaimana kabarmu hari ini? Harapanku kau baik-baik saja, semoga kau makin mencerahkan banyak jiwa, menjadi penyambung bagi mereka yang terhalang bahasa menjadi tempat mereka bercerita tentang berbagai rasa Terimakasih, terimakasih kuucapkan, untuk sebuah perjumpaan terimakasih kuucapkan, untuk sebuah pelajaran terimakasih kuucapkan, untuk semua pemberian terimakasih untuk semua kesempatan, pertemuan yang menyenangkan di tengah perjalanan berhenti sejenak sambil menikmati perbekalan sejenak pembicaraan membawa kita pada perenunga...

Sudah Bukan Saatnya

Baru beberapa saat tadi, kira-kira menit yang lalu kerumunan sangat bergairah soal senja bagiku itu hal lama, pengulangan yang terjadi dalam dunia fana. Aku tak paham apa yang jadi teristimewa, tak sadarkah mereka? kupikir ini bisa menjadi senja terakhir, bagi kerumunan yang terus berkelana, berpikir dapat menjelajah, padahal hanya menyerah menyerah pada tubuh fana yang lelah. Bahwa menit ini juga, hari sudah menjadi malam, kerumunan menjadi buta saat malam hadir aku yang rabun saat senja tiba dapat melihat malam dengan jelasnya.