Sebuah Prasyarat
Menelisik dalam kelam, meninjau kembali lamunan dalam. Sebuah doa dalam genggam, di dalam ruang temaram. Teringat secangkir di penghujung senja menuju malam. Kegelapan menjadi terang, melalui dua dimensi buram. Sekarang dia dalam perjalanan terangkat ke atas permukaan. Hari yang lalu sudah tercatat dalam buku penuh coretan. Sang jiwa terluka sudah diguyur garam dalam gugur larutan. Juga kulihat seekor yang telah diselamatkan dari kubangan. Sudah kusudahi jalan dan ribuan langkah di belakang bayang. Semua kata sudah katam dalam pikiran yang takkan terawang Semua saling dan hasrat, melalui pandang yang tak berpaling. Sebuah prasyarat dalam dunia yang inginnya ku-berkeliling. LSW- Oktober 2021