Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Sejenak Lamun

Pagi sejak daun berbagi embun Mentari jadi penolong si rabun Serupa meski tak sama dengan kemarin Terlihat nyawa dan raga masih terjalin Berbahasa dengan Sang pemilik diri Melihat dalam buram yang dimiliki Bersyukur air masih milik bumi Dan udara masih menghidupi hari Melangkah kecil sedikit pasti Mencari zona yang lebih tinggi Sekali ini jengah mengurusi impian Hanya ingin diam di pemberhentian Sejenak menenggak segelas harapan Seorang teman mengajaknya berjalan Bercerita soal hari hari kedepan Sesekali bersama mengolah impian Sudahkah senja ini menetukan tujuan Bersamaan mentari menghabiskan nyali Dalam lamun mereka hanya bertatapan Dalam sadar akan menghabiskan hari Ya, itulah sejenak lamun di penghujung hari