Terlambatkah Kata-Kata

Merasakan angin diujung lidah,
merebah hanya untuk meredam amarah,
kemudian terdiam dan pasrah,
semoga waktu tak memaksaku bersumpah.

Menggambar bumi dengan ujung jari,
berlari menghampiri teman sejati,
tak berselang lama bangun dari mimpi,
semoga waktu tak memaksaku untuk menghindari.

Berjalan di tepian jurang dengan sebelah kaki,
bersuara hanya untuk meredam sunyi
lalu tersadar semua ini hanya tragedi
semoga waktu tak memaksaku meratapi.

Memandang dalam kejauhan lamunan
membelah wacana menjadi ujaran
setelah semua kembali pada kewarasan
semoga waktu tak memakasaku ambil peran.

Bertemu kembali di tepian daratan,
melempar tanya untuk memecah heran,
selanjutnya sadar akan sebuah peran
semoga waktu tak memaksaku melanjutkan perjalanan.


Terlambatkah Kata-kata(?)

Komentar