Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Terlambatkah Kata-Kata

Merasakan angin diujung lidah, merebah hanya untuk meredam amarah, kemudian terdiam dan pasrah, semoga waktu tak memaksaku bersumpah. Menggambar bumi dengan ujung jari, berlari menghampiri teman sejati, tak berselang lama bangun dari mimpi, semoga waktu tak memaksaku untuk menghindari. Berjalan di tepian jurang dengan sebelah kaki, bersuara hanya untuk meredam sunyi lalu tersadar semua ini hanya tragedi semoga waktu tak memaksaku meratapi. Memandang dalam kejauhan lamunan membelah wacana menjadi ujaran setelah semua kembali pada kewarasan semoga waktu tak memakasaku ambil peran. Bertemu kembali di tepian daratan, melempar tanya untuk memecah heran, selanjutnya sadar akan sebuah peran semoga waktu tak memaksaku melanjutkan perjalanan. Terlambatkah Kata-kata(?)

Menara Jaga #2

Dalam alam pikirku tak ada rahasia ataupun yang tersembunyi meskipun bagi khalayak itu hanyalah mimpi bagi mereka itu hanya rasi, bagiku perwujudan janji Kerabunan kian menjangkiti, mereka tak melihat tirani tangan besi mulai membunuh para penunggu pagi pagi itu tetap ada meskipun akan terlahir dari beda dimensi tidak membayar harga sama saja dengan mati melawan hanyalah unjuk harga diri tidak ada arti pagi hanyalah untuk mereka yang berdiam diri menanti janji Di menara jaga aku terkadang bergidik ngeri di luar perlindungan pembantaian sudah terjadi hanya bisa berdiam diri menanti Sang empunya Pagi