Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Genggaman

Tak berjarak namun tak seiring, meraih angan hanya sebatas mimpi... ketika sang awan takut pada angin hujan di ujung jari hanya sebatas mimpi Sang penari kini enggan teriring musik ini demikian sang gembala menganggurkan kecapi menyerah.. akui saja dengan mudah lalu pasrah biarlah dia yang menentukan arah Tak bersaksi namun tak dapat menyangsi yang abadi bukanlah sebatas mimpi ketika sang everest tak lagi tertinggi mendaki pun tetap memiliki arti Sang bayi tetap dilahirkan dan membumi menghancurkan tiap-tiap tirani mereka anggap itu gegabah, aku anggap itu titik cerah yang lepaskanku dari sebuah amarah

Tak Bosannya

kembali ku menggoreskan tinta ku yang belum mengering, dia berteriak padaku untuk menggegamnya dan mengikuti kemana dia ingin bukan untuk terbawa angin seperti yang akhir ini aku ingin . . ini kulakukan karena suaranya terdengar begitu nyaring dalam falsafahku yang mulai kering . . aku tahu ini baik untuk pikiranku yang mulai terkekang dan tak lagi bertaring . . dalam belantara yang mulai terjangkau peradaban dan selalu mengagungkan persamaan . ketika semua hanya tentang penaklukan bukannya bicara bagaimana itu keselarasan . dia hanya ingin aku kembali, ketika tidak ada loncatan pikiran yang terjaring