Genggaman
Tak berjarak namun tak seiring, meraih angan hanya sebatas mimpi... ketika sang awan takut pada angin hujan di ujung jari hanya sebatas mimpi Sang penari kini enggan teriring musik ini demikian sang gembala menganggurkan kecapi menyerah.. akui saja dengan mudah lalu pasrah biarlah dia yang menentukan arah Tak bersaksi namun tak dapat menyangsi yang abadi bukanlah sebatas mimpi ketika sang everest tak lagi tertinggi mendaki pun tetap memiliki arti Sang bayi tetap dilahirkan dan membumi menghancurkan tiap-tiap tirani mereka anggap itu gegabah, aku anggap itu titik cerah yang lepaskanku dari sebuah amarah