Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

mengapa begini? tapi tak begitu? (part 1)

oke, sebelumnya kenapa gw nulis coretan-coretan yang gak jelas seperti ini? (sebenarnya jelas sih, gak ada yang dicoret" juga :v ) sip.. karena ada beberapa pertanyaan yang yang timbul dan menimbulkan bentrok yang akhirnya menimbulkan tragedi di otak ini... fak lahh.. dan akhirnya pasukan perdamaian dunia turun tangan melihat kejadian kasat mata ini, dan negara api pun dapat dikalahkan (gw gak alay kan coeg? atau terlalu absurd?) hahaha sipp, mantap. jadi apa sih pertanyaan pertama yang membuat beberapa orang diluar sana bertanya sama gw (dan takutnya itu coeg) kalo gak di jawab tu mereka bisa depresi terus gantung diri, gantung jemuran, gantungin sepatu terus gantungin hubungan, lah itu jadinya gw kan yang disalahin... padahal.... aku tuh gak bisa diginiin, shittt, cukup ya basa basinya.. ok, pertanyaan pertama adalah, jengg..jengg...jeng...(kesuen, selak mlempem ndes) 1.kenapa nama blog gw "small area" bukan large area gitu? secara badan gw segede gini? (ohh fak ...

Jalan Menuju Pagi

Di kegelapan sang rembang menghilang buah dari sang senja yang telah berkembang dan menghasilkan sebuah ruang, untuk mu dan untuk ku memanfaatkan luang perginya kabut, mengiringi sesuatu itu kembali meratapi yang tak akan pergi dari hati semua hanya ilusi ketika disadari sudah tetap dan pasti akan mati. mendengar narasi dan prosa tiada arti tanpa ada waktu ini, ketika semua serasa mati bukan waktu yang tepat untuk berlari tapi tetaplah hadapi walau dengan segelintir arti dititik ini kulayangkan lagi, sebuah magis yang tiada kupahami ritme yang ingin kunikmati lebih lagi hanya ingin berarti meski hanya mimpi

Ketika Aku Hanya Berdoa

ketika semua hanya terlintas begitu saja, ketika sebuah kata tak lagi bersandar pada artinya hanya pikiran ini yang melayang dan tak lagi berkaca. musik itu terdengar indah seketika, tetapi juga hilang tak mengikuti ketuknya. ketika kita membaca dalam gelap, dan tidak mengurangi pengertian akan makna hanya sesuatu yang ada di dalam ini yang dapat menjelaskannya musik itu terdengar indah kedua kalinya, lalu hilang hanya meninggalkan nada tanpa suara ketika melayangkan jauh sebuah cerita, dan sosok itu mulai nyata hanya bayangan saja dan tak lebih dari sebuah refleksi kaca musik itu terdengar semakin keras, tetapi sang tempo tak dapat mendengarnya ketika kembali ke awal, dan tahu ini tak lebih dari kata-kata yang memunculkan makna hanya sesuatu yang akan meyakinkan tanpa mengharuskan sebuah keputusan musik itu  terdengar makin bermakna, meskipun instrumen tak dapat mengiringnya -KETIKA AKU HANYA BERDOA- LS