Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Perhentian dan Peristirahatan

Adakah beda diantara kalian? ketika aku berhenti aku dipaksa beristirahat pun ketika aku beristirahat aku dipaksa untuk berhenti. Inginku terus berjalan dan mencari arti tapi terimakasih untuk memaksaku berhenti adakah secangkir kopi panas menemani lagi, sambil beristirahat aku merenungi penat. ah sebentar, kuletakkan kepalaku menyentuh darat. daritadi ia melayang berat dalam lebatnya alam pikir ia terjerat. Ku tatap langit itu tetap tapi sudah berbeda dengan mu, kau sudah menambat harap pada yang aku tatap. sementara aku, hanya tertuju pada awan berderap. kaupun bercerita tentang suatu hari dimana benar berhenti hari dimana kau tak sekedar beristirahat cerita yang indah kudengar sesaat meledakkan harap meski cepat ah, aku berbeda denganmu sahabat, tujuanku masih belum dekat jalanku terjal dan berat terimakasih untuk jamuan dan perhentian singkat, cukuplah saat istirahat saatnya kulanjutkan perjalanan cepat

5 Jam Dari Titik Ini

Untukmu yang ada disana, untukmu yang tidak terlalu jauh untuk dihampiri tetapi juga tidak terlalu dekat, untuk dapat bertemu setiap saat Tak biasanya aku mengecap asamnya teh pada pukul 5 kali ini, yang jelas teh ini sangat berbeda dengan kopi pahit yang biasa kukecap belakangan ini. Entah kenapa ada suara Fiersa Besari ketika aku menulis ini, o iya aku menyetel playlist indie, indie yang sudah menjadi mainstream saat ini hahaha Hai, bagaimana kabarmu hari ini? Harapanku kau baik-baik saja, semoga kau makin mencerahkan banyak jiwa, menjadi penyambung bagi mereka yang terhalang bahasa menjadi tempat mereka bercerita tentang berbagai rasa Terimakasih, terimakasih kuucapkan, untuk sebuah perjumpaan terimakasih kuucapkan, untuk sebuah pelajaran terimakasih kuucapkan, untuk semua pemberian terimakasih untuk semua kesempatan, pertemuan yang menyenangkan di tengah perjalanan berhenti sejenak sambil menikmati perbekalan sejenak pembicaraan membawa kita pada perenunga...

Sudah Bukan Saatnya

Baru beberapa saat tadi, kira-kira menit yang lalu kerumunan sangat bergairah soal senja bagiku itu hal lama, pengulangan yang terjadi dalam dunia fana. Aku tak paham apa yang jadi teristimewa, tak sadarkah mereka? kupikir ini bisa menjadi senja terakhir, bagi kerumunan yang terus berkelana, berpikir dapat menjelajah, padahal hanya menyerah menyerah pada tubuh fana yang lelah. Bahwa menit ini juga, hari sudah menjadi malam, kerumunan menjadi buta saat malam hadir aku yang rabun saat senja tiba dapat melihat malam dengan jelasnya.