Takut yang Menggengam Nyaman

Pun aku belum dapat melihat harus kemana, arah dan tuju ku

Sekian waktu berlalu masih tersimpan dalam jiwaku tentang mimpi besarku

Terimakasih waktu itu sudah memberi pengalaman baru yang tak mudah lalu

Yang menancap tajam dalam bawah sadarku


Kemanusiaanku ingin mengulang waktu jika aku mampu

tak mengenal dirimu adalah inginku

tapi itu tak mungkin dan tentu hanyalah ilusiku

Namun ku mengucap syukur bahwa kini ku makin tahu dalam sedikit langkah maju


Kurasakan pagi tadi masih ada yang menyapaku dengan suaranya yang ringan

Suara yang belum pergi dan masih bisa dirasakan

Ketakutan adalah suara itu, menggenggam dengan penuh kelembutan

Menyentuh ulu hatiku, menyeruak, menyebar, kemudian hasilkan kesesakan


Melihat langit-langit itu berawan, kucari mata keduaku untuk melihat kegagalan

Kuingat semalam aku melihat dia berjalan menghindari perapian

Ke sudut gelap dan makin menyatu dengan dingin

Oh, ini pagi, sang surya terangkan takut yang menggenggam nyaman


-LSW-

Komentar