Sejenak Lamun
Pagi sejak daun berbagi embun
Mentari jadi penolong si rabun
Serupa meski tak sama dengan kemarin
Terlihat nyawa dan raga masih terjalin
Berbahasa dengan Sang pemilik diri
Melihat dalam buram yang dimiliki
Bersyukur air masih milik bumi
Dan udara masih menghidupi hari
Melangkah kecil sedikit pasti
Mencari zona yang lebih tinggi
Sekali ini jengah mengurusi impian
Hanya ingin diam di pemberhentian
Sejenak menenggak segelas harapan
Seorang teman mengajaknya berjalan
Bercerita soal hari hari kedepan
Sesekali bersama mengolah impian
Sudahkah senja ini menetukan tujuan
Bersamaan mentari menghabiskan nyali
Dalam lamun mereka hanya bertatapan
Dalam sadar akan menghabiskan hari
Ya, itulah sejenak lamun di penghujung hari
Mentari jadi penolong si rabun
Serupa meski tak sama dengan kemarin
Terlihat nyawa dan raga masih terjalin
Berbahasa dengan Sang pemilik diri
Melihat dalam buram yang dimiliki
Bersyukur air masih milik bumi
Dan udara masih menghidupi hari
Melangkah kecil sedikit pasti
Mencari zona yang lebih tinggi
Sekali ini jengah mengurusi impian
Hanya ingin diam di pemberhentian
Sejenak menenggak segelas harapan
Seorang teman mengajaknya berjalan
Bercerita soal hari hari kedepan
Sesekali bersama mengolah impian
Sudahkah senja ini menetukan tujuan
Bersamaan mentari menghabiskan nyali
Dalam lamun mereka hanya bertatapan
Dalam sadar akan menghabiskan hari
Ya, itulah sejenak lamun di penghujung hari
Komentar
Posting Komentar