Tak Bosannya

kembali ku menggoreskan tinta ku yang belum mengering,
dia berteriak padaku untuk menggegamnya dan mengikuti kemana dia ingin
bukan untuk terbawa angin seperti yang akhir ini aku ingin
.
.
ini kulakukan karena suaranya terdengar begitu nyaring
dalam falsafahku yang mulai kering
.
.
aku tahu ini baik untuk pikiranku yang mulai terkekang dan tak lagi bertaring
.
.
dalam belantara yang mulai terjangkau peradaban
dan selalu mengagungkan persamaan
.
ketika semua hanya tentang penaklukan
bukannya bicara bagaimana itu keselarasan
.
dia hanya ingin aku kembali,
ketika tidak ada loncatan pikiran yang terjaring

Komentar