Jalan Menuju Pagi

Di kegelapan sang rembang menghilang
buah dari sang senja yang telah berkembang
dan menghasilkan sebuah ruang,
untuk mu dan untuk ku memanfaatkan luang

perginya kabut, mengiringi sesuatu itu kembali
meratapi yang tak akan pergi dari hati
semua hanya ilusi ketika disadari
sudah tetap dan pasti akan mati.

mendengar narasi dan prosa tiada arti
tanpa ada waktu ini, ketika semua serasa mati
bukan waktu yang tepat untuk berlari
tapi tetaplah hadapi walau dengan segelintir arti

dititik ini kulayangkan lagi,
sebuah magis yang tiada kupahami
ritme yang ingin kunikmati lebih lagi
hanya ingin berarti meski hanya mimpi

Komentar